tips mengatur keuangan menurut firman tuhan

TerkadangTuhan mengasihi kita dengan cara menyatakan kesalahan kita melalui pembacaan Firman atau terkadang ada yang berbisik melalui hati kita. Jika kita peka, Ia akan selalu berkata "Itu salah" untuk setiap hal yang salah lengkap dengan mengingatkan kita tentang pasal dalam Alkitab yang mengatakan bila hal yang kita lakukan memang salah. TipsMengatur Keuangan Ala Financial Plannernya Oleh Rhoshandhayani KT 17 Okt, 2018 16 komentar Assalammualaikum wr wb Pekan lalu, Instagram lagi asyik banget. Seorang selebgram, Andra Alodita, menyampaikan ke publik melalui igstorynya bahwa dia sedang sangat senang karena sudah bebas finansial. Iya, sudah merdeka secara finansial, dengan Untukmenjaga kebersamaan dalam keluarga maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Menyembah dan melayani Tuhan bersama-sama di gereja lokal; 2) Berdoa bersama-sama atau mezbah keluarga; 3) Mengatur keuangan bersama-sama; 4) membuat dan menetapkan rencana untuk masa depan bersama-sama; 5) Biasakan makan bersama-sama; 6) Melaksanakan Bagiumat Muslim yang ingin mengelola dan merencanakan keuangan sesuai dengan nilai-nilai Islam, Allah SWT telah memberikan caranya melalui firman-Nya di dalam al-Qur'an surat al-Isra ayat 26-27: "dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. 5Tips Mengatur Keuangan untuk Moms dalam Menghadapi Resesi. Moms juga perlu persiapan yang baik saat menghadapi resesi ekonomi. 0. 0. Simpan. Artikel ditulis oleh Lolita. Disunting oleh Dina Vionetta. Produk Rekomendasi. Topik Terkait. covid-19 resesi ekonomi tips keuangan untuk ibu Karier & Keuangan. Tools untuk Si Kecil. Pertumbuhan. Site De Rencontre Pour Mec Gratuit. Jakarta, IDN Times - Tahun baru, perencanaan baru. Keinginan untuk lebih baik lagi dibanding tahun sebelumnya, khususnya soal finansial, tentu menjadi harapan banyak orang. Memasuki 2022 ini, banyak orang yang ingin lebih baik lagi dalam mengatur finansialnya, dalam hal ini keuangan. Mengatur keuangan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Kerap kali, gaji atau penghasilan sudah menipis di awal atau pertengahan bulan. Padahal, gaji bulan berikutnya masih lama utama dari gaji adalah kebiasaan boros. Seseorang yang boros akan sulit mengatur keuangan. Padahal, jika sudah bisa mengatur keuangan, tentunya hidup akan lebih teratur. Pengaturan keuangan yang baik akan membuat penghasilan atau gaji bertahan hingga akhir Lifepal, Selasa 4/12/2021, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak boros. Simak, ya! Baca Juga Dana KUR Bakal Naik Jadi Rp285 Triliun Lebih di 2022 1. Semua pemasukan dan pengeluaran harus dicatatIDN Times/Arief Rahmat Sebenarnya, mencatat pemasukan dan pengeluaran tidak akan memakan waktu lama, terutama jika rutin dilakukan setiap hari. Dengan pencatatan keuangan, kamu bisa mengetahui seberapa besar kebutuhanmu dalam 1 semua orang bisa menjawab biaya kebutuhannya per bulan, lho! Padahal, itu hal yang penting untuk bisa mengendalikan pengeluaranmu, agar tidak berbelanja barang-barang yang tidak baik lagi, kamu mencatat seluruh pengeluaranmu berapa pun nominalnya. Misalnya, Rp2 ribu untuk membayar parkir di minimarket, itu juga sebaiknya Tetapkan tujuan finansialIlustrasi Asuransi IDN Times/Mardya Shakti Apa itu tujuan finansial? Tujuan finansial adalah target pencapaian dari kerja kerasmu. Misalnya, dalam 5-10 tahun ke depan kamu berencana untuk membeli rumah, mobil impian, berlibur ke negeri impan, dan finansial akan memberimu motivasi untuk menabung, sehingga tidak membelanjakan seluruh uang yang kamu Buat anggaran yang realistisIlustrasi Uang. IDN Times/Aditya Pratama Agar kamu tidak boros, kamu juga perlu membuat anggaran dari kebutuhan-kebutuhan kamu setiap bulan. Pastikan kamu membuat anggaran yang realistis, ya!Nah, anggaran ini juga mencakup tabungan. Kamu harus bisa mengalokasikan penghasilanmu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan seperti apa anggaran yang realistis? Misalnya, kamu ingin bisa berlibur ke luar kota setiap bulannya. Padahal, biaya berlibur ke luar kota cukup besar, bahkan bisa saja mencapai 30 persen dari gaji. Nah, sebaiknya kamu tak perlu menganggarkan biaya untuk liburan ke luar kota setiap bulan. Atau jika kamu tetap ingin menganggarkannya, maka tentukanlah nominal yang pantas, tanpa mengorbankan kebutuhan-kebutuhan lain dan tabunganmu. Baca Juga Pebisnis Wajib Tahu! Ini Cara Daftar Merchant LinkAja 4. Catat pengeluaranmu di aplikasi ponselIlustrasi Uang Digital. IDN Times/Aditya Pratama Saat ini, banyak sekali aplikasi untuk mencatat pengeluaran, baik yang tersedia di ponsel pintar android maupun itu, beberapa aplikasi catatan keuangan juga sudah disertai dengan fitur yang lengkap seperti laporan keuangan pribadi hingga kategori setiap pengeluaran dan pemasukan, sehingga memudahkan kamu mengetahui ke mana saja pos pengeluaranmu selama ini. Kamu juga bisa mengklasifikasikan kategori pada masing-masing pengeluaran kamu, misal untuk transportasi, makan, hingga aplikasi pencatat keuangan pribadi yang direkomendasikan Lifepal, antara lain Uangku Mint Money Lover Monefy Wallet AndroMoney Penny Catatan Keuangan Harian Spendee. 5. Hindari berutangilustrasi utang IDN Times/Aditya Pratama Hindarilah berutang, terutama untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak darurat atau tidak penting. Jangan tergiur dengan tawaran-tawaran yang bisa menyebabkan dompetmu kering. Jika ingin membeli sesuatu, sebaiknya menabung terlebih begitu, berutang tidaklah dilarang. Namun, sebaiknya untuk membeli aset yang nilainya akan terus bertambah setiap tahunnya, seperti tanah atau juga kamu menghitung rasio utang yang kamu miliki terhadap penghasilanmu ya. Kamu harus memastikan utang yang kamu miliki tak lebih dari 30 persen dari penghasilan bulananmu. Sebab, jika lebih dari 30 persen, keuangan kamu bisa Mulai berinvestasiIlustrasi Investasi. IDN Times/Aditya Pratama Investasi adalah cara meningkatkan penghasilan di luar penghasilan pokok. Kamu bisa memiliki aset yang nilainya terus naik dengan ini, memulai investasi sangatlah mudah. Ada banyak instrumen investasi yang cocok untuk pemula. Mulai dari reksa dana hingga emas fisik. Pastikan kamu memilih investasi yang sesuai dengan profil risiko. Baca Juga 5 Pertimbangan Penting saat Diterima Kerja dengan Gaji Minim 7. Membedakan antara kebutuhan dan keinginanIlustrasi belanja online IDN Times/Arief Rahmat Kamu juga harus bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan agar tidak kali, orang membeli apa yang dia mau dengan kedok self reward. Namun, kalau tidak dikontrol, tentu kedok self reward ini bikin pengeluaran kamu malah makin besar dan akhirnya kebutuhan-kebutuhan penting lainnya tidak kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian untuk bekerja, tagihan atau cicilan, dan Alokasikan dana daruratilustrasi uang IDN Times/Aditya Pratama Memiliki dana darurat juga salah satu bagian dari mengatur keuangan pribadi. Tapi perlu diingat, dana darurat hanya digunakan untuk kebutuhan darurat, bukan kebutuhan dana darurat pada seseorang bisa berbeda-beda, tergantung status dan pekerjaannya. Kalau kamu masih single, kamu bisa mengumpulkan dana darurat 3-6 kali dari pengeluaran bulanan kamu sudah menikah dan memiliki tanggungan, maka dana darurat kamu sebaiknya 6-12 kali dari pengeluaran bulanan. Dana yang harus disisihkan untuk dana darurat adalah sekitar 5 persen dari penghasilan Buat rekening terpisahIlustrasi Bank. IDN Times/Aditya Pratama Untuk mencegah keborosan, sebaiknya kamu membuka rekening bank baru untuk memisahkan rekening tabungan dengan rekening untuk kebutuhan cara tersebut, kamu bisa menjaga tabungan agar tetap utuh, dan terhindar dari godaan-godaan yang bisa menguras uang. Baca Juga Intip Peluang Investasi 2022, yuk Cuan di Tahun Baru! 10. Punya asuransiIlustrasi Asuransi IDN Times/Aditya Pratama Memiliki asuransi juga sangat penting agar keuangan kita bisa teratur. Asuransi akan sangat membantu ketika kamu menghadapi kejadian tak terduga seperti penyakit, mobil rusak, rumah kebakaran, hingga meninggal akan melindungi tabungan dan aset-aset yang kamu miliki. Misalnya, ketika kamu ke rumah sakit, kamu tak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk membayar biaya pemeriksaan, karena kamu sudah memiliki kamu memilih agen dan perusahaan asuransi yang tepat, agar manfaat yang kamu terima sesuai keinginanmu, ya! Baca Juga Begini Tips Memilih Perusahaan Asuransi yang Baik dan Benar Setiap orang pasti ingin memiliki kualitas finansial yang kuat serta kondisi yang independen secara finansial di masa depan. Namun, tidak semua orang tahu cara mewujudkan impian tersebut. Oleh karena itu, kami akan memberikan tips tentang cara mengatur keuangan ala Rasulullah untuk Parents berikut ini. Sebagai utusan Allah SWT dan panutan banyak orang, Rasulullah tentu saja memiliki banyak kelebihan di segala aspek kehidupan, seperti prinsip hingga kebiasaannya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa prinsip Rasulullah dalam meraih kesuksesan di bidang bisnis dan mengatur keuangan ini bisa Parents contoh. Rasulullah adalah seorang wirausahawan yang sangat mahir dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mengatur uang. Penasaran ada cara apa saja yang dilakukan Rasulullah dalam mengatur keuangan? 10 Cara Mengatur Keuangan Ala Rasulullah 1. Ketahui Jumlah Pengeluaran Setiap Bulannya Cara pertama yang bisa Anda contoh adalah mengetahui tujuan dan besaran uang yang digunakan setiap bulannya. Anda bisa membuat skala prioritas kebutuhan dari yang paling penting hingga yang tidak begitu penting. Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya “Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum ditanyakan kepadanya empat perkara tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dihabiskan, dan tentang ilmunya untuk apa dimanfaatkan.” HR Tirmidzi. Karena itulah sangat penting bagi Anda untuk mengetahui asal dan ke mana saja uang Anda habis digunakan. Sebab, jika harta Anda hanya dipakai untuk kenikmatan dunia saja maka itu bisa menjadi suatu kemudharatan di masa depan. 2. Cara Mengatur Keuangan Ala Rasulullah dengan Bersedekah Seperti diketahui Rasulullah selalu mengajarkan kepada seluruh umat muslim di dunia untuk saling membantu dan berbagi, khususnya kepada orang yang membutuhkan seperti fakir miskin dan anak yatim. Menurut hukum Islam, Anda wajib memberikan setidaknya 2,5 persen dari harta milik Anda kepada fakir miskin dan anak yatim. Hal ini juga telah dijelaskan melalui surah Adz-Dzariyat ayat 19. “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” Adz-Dzariyat 19 Oleh karena itu, Anda tetap harus bersedekah meskipun kondisi ekonomi tidak begitu baik. Jangan takut akan mengalami kesulitan ekonomi di masa depan. Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian dari Harvard Business School mengatakan semakin banyak orang bersedekah maka semakin bahagia pula orang tersebut. Artikel Terkait 10 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji 3 Juta 3. Berdagang Lebih lanjut, Rasulullah dikenal sebagai seorang wirausahawan yang berdagang sepanjang hidupnya. Dalam sebuah hadis, beliau bahkan menganjurkan kepada umat muslim di seluruh dunia untuk segera berdagang karena banyak manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan tersebut. “Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90 persen pintu rezeki.” Hadis Riwayat Imam Ahmad. Pada saat ini, sebagian besar orang terkaya di dunia bahkan berasal dari pengusaha atau wirausahawan seperti Rasulullah. Oleh karena itu, apabila Anda masih bekerja sebagai karyawan hingga saat ini, cobalah untuk mengumpulkan niat untuk menjalankan bisnis sampingan skala kecil. Satu lagi, jika Anda sudah mulai berbisnis, contohlah ajaran Rasul yang selalu mengambil untung sedikit dan sewajarnya. Dengan melakukan hal ini, Anda bisa menarik minat banyak orang untuk membeli produk yang dijual. Selain itu, jangan lupa bahwa catatan keuangan pribadi dan bisnis harus dipisahkan. Hal ini bertujuan supaya keluar masuknya keuangan Anda bisa dipantau dengan baik. 4. Cara Mengatur Keuangan Ala Rasulullah dengan Gaya Hidup Sederhana Cara berikutnya yang bisa Anda terapkan dalam mengatur uang adalah dengan melakukan gaya hidup sederhana dan menyesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai pengeluaran jauh lebih besar dibandingkan pemasukan Anda. Oleh karena itu, ada baiknya kalau Anda juga menghindari mengambil banyak cicilan yang akan membuat Anda memiliki utang yang menumpuk. 5. Pilih Pekerjaan yang Halal Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk mendapatkan pekerjaan atau usaha yang halal. Sebab, uang yang berasal dari usaha atau pekerjaan yang haram umumnya tidak akan pernah dapat ditabung untuk jangka waktu yang lama. Kenapa demikian? Hal itu lantaran uang haram tidak memiliki keberkahan dan tidak dirahmati oleh Allah SWT. Artikel Terkait Cara Kreatif Seorang Ibu Ajarkan Anak Atur Keuangan selama Pandemi, Layak Ditiru! 6. Hindari Berutang Sebagian besar orang yang berada dalam kesulitan ekonomi terkadang memilih untuk meminjam uang kepada teman atau keluarganya. Namun menurut ajaran Islam, berutang sebetulnya tidak dianjurkan jika tidak benar-benar dalam keadaan yang membutuhkan. Namun, jika memang mendesak, maka orang yang berutang wajib untuk mengembalikan nominal uang yang telah dipinjamnya. Apabila tidak, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran yang setimpal. “Barangsiapa utang uang kepada orang lain dan berniat akan mengembalikannya, maka Allah akan luluskan niat itu; tetapi barangsiapa mengambilnya dengan niat akan membinasakan tidak membayar, maka Allah akan merusakkan dia,” HR. Bukhari 7. Tidak Menumpuk Harta Di sisi lain, setiap umat muslim juga diimbau untuk tidak menumpuk harta dan melakukan lebih banyak berbagi atau bersedekah dengan orang lain. Terutama jika ada anggota keluarga, kerabat jauh, atau teman yang sedang mengalami kesulitan. Pasalnya, jika mengumpulkan uang dengan tujuan untuk menumpuknya, maka niscaya tidak ada manfaat yang bisa Anda rasakan. Lebih baik menyisihkan uang untuk modal usaha atau investasi. Mengingat, kini sudah banyak jenis investasi yang bisa ANda lakukan. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi, “Hai anak Adam berinfaklah, niscaya Aku akan memberi nafkah memberi gantinya kepadamu,” HR. Bukhari & Muslim 8. Cara Mengatur Keuangan Ala Rasulullah, yaitu Tidak Boros Dalam ajaran Islam sangat tidak mengajurkan kepada siapa pun untuk memiliki sikap boros dalam mengatur keuangan. Sebab, orang yang bersikap boros tidak akan dapat menyisihkan sebagian uang yang didapatnya tersebut. Allah SWT bersabda, “Dan termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih orang-orang yang apabila menginfakkan harta, mereka tidak berlebihan, dan tidak pula kikir, di antara keduanya secara wajar.” 9. Berhemat Menurut Islam, berhemat adalah salah satu cara sukses lainnya dalam mengatur keuangan. Kebalikan dari orang yang boros, orang yang pintar berhemat berarti juga pandai mengelola keuangannya dengan baik. Hal itu tentu akan bermanfaat bagi masa depan orang tersebut. Oleh karena itu, alangkah lebih baik kalau Anda membelanjakan uang secara sederhana dan tidak hedon serta tidak gampang menghambur-hamburkan uang yang dimiliki. Artikel Terkait 8 Kiat Mengelola Keuangan dengan Baik yang Bisa Parents Ajarkan kepada Anak 10. Menabung untuk Mengatur Keuangan Selain berhemat, setiap muslim juga dianjurkan untuk menabung karena merupakan hal yang baik. Dalam ajaran Islam pun terdapat sebuah dalil yang menganjurkan untuk menyisihkan sebagian rezeki yang didapat untuk kebaikan orang tersebut dan orang di sekitarnya. “Simpanlah sebagian daripada harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu,” HR. Bukhari. “Sesungguhnya engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin,” HR. Bukhari Muslim Nah, itulah beberapa cara mengatur keuangan ala Rasulullah yang bisa Anda terapkan mulai sekarang. Semoga bermanfaat, ya! *** BACA JUGA 65 Nama Keluarga Inggris, Cocok untuk Inspirasi Nama Buah Hati Parents Foto Reza Rahadian di Istana Negara, Gagah dan Tampan Pakai Beskap Moana Bayi Ria Ricis Tengkurap, Jangan Khawatir Ya Parents! Ini Loh Manfaat Tummy Time Pada Bayi Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android. RENUNGAN INSPIRASI Pada jaman ini hedonisme telah membentuk gaya hidup konsumtif di kalangan masyarakat modern. Kehidupan yang menonjolkan kemewahan, kesenangan, foya-foya serta menghamburkan uang. Naiknya penghasilan biasanya diiringi dengan naiknya gaya hidup. Bahkan tidak jarang orang yang lebih memilih untuk berutang daripada menurunkan gaya hidupnya. Hal ini yang akhirnya menjadi sebab pengelolaan keuangan berantakan. Penggunaan kartu kredit tanpa pengertian dan perhitungan juga membuat orang berilusi seolah-olah memiliki uang sebesar batasan pinjamannya, tanpa menyadari bahwa ia terjebak dalam hutang yang berbunga. Hingga akhirnya mereka lebih pintar menghabiskan uang, daripada menghasilkannya. Kecerobohan dalam pengelolaan keuangan pada akhirnya akan mendatangkan kesulitan di masa yang akan datang. Setiap orang tentu memiliki penghasilan dan pengeluaran yang berbeda-beda. Kita perlu bertanggung jawab untuk mengelola setiap penghasilan kita dengan baik, baik besar maupun kecil. Firman Tuhan berkata, "Orang bijaksana suka menyimpan untuk masa depan, tetapi orang bodoh menghabiskan semua yang diperolehnya". Amsal 2120 FAYH. Ketika kita mampu mengelola keuangan dengan baik, Tuhan pun akan mempercayakan berkat-berkat-Nya dengan lebih besar. Ada banyak prinsip tentang pengelolaan keuangan, namun Anda dapat mencoba menerapkan prinsip sederhana ini. Pertama, setelah Anda menerima pendapatan, berilah persembahan persepuluhan 10% kepada Tuhan. Kedua, simpanlah sepuluh persen 10% dari sisa pendapatan tadi untuk dana yang tak terduga. Ketiga, hiduplah dengan tujuh puluh persen 70% dari pendapatan. Keempat, investasikan 10% pendapatan itu, contohnya, melalui investasi reksadana, investasi emas atau jenis investasi lainnya. Keempat prinsip sederhana ini, dapat membantu Anda mengelola keuangan dengan lebih bijak, sehingga dapat membantu mewujudkan mimpi Anda untuk memiliki keuangan yang stabil dan sehat. [LS] REFLEKSI DIRI 1. Apakah Anda memiliki kesulitan untuk mengelola keuangan saat ini? Apa dampak bila Anda gagal mengelola keuangan Anda? 2. Bagaimana cara Anda agar lebih bijaksana dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran Anda? POKOK DOA Bapa dalam Sorga, aku mengucap syukur untuk segala berkat-Mu. Terima kasih telah mencukupkan segala yang kuperlukan. Ajari aku untuk bijaksana dalam mengelola seluruh berkat-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan mengucap syukur. Amin. YANG HARUS DILAKUKAN Buatlah anggaran pengeluaran Anda dan mintalah hikmat dari Tuhan untuk mengaturnya. HIKMAT HARI INI“Perencanaan keuangan yang benar, seperti membuat anggaran, menabung untuk dana darurat, berinvestasi, menyiapkan biaya untuk masa pensiun dapat membantu Anda hidup lebih sejahtera, meskipun ada badai keuangan.” –Ben Bernanke Ingin belajar mengelola dan mengatur keuangan dengan baik di tahun 2020? Berikut panduan dan tips yang bisa mengubah kehidupan finansialmu. Tidak sedikit orang yang bercita-cita menjadi mapan secara finansial. Apakah kamu salah satunya? Lantas, langkah apa saja yang sudah kamu lakukan demi mencapai cita-cita tersebut? Kalau sebatas berandai-andai saja, kamu dijamin tidak akan bisa mengikuti jejak orang-orang sukses di luar sana. Lantaran menjadi mapan secara finansial bukanlah hal yang bisa terwujud dalam waktu semalam saja, kita harus memulainya sedini mungkin. Salah satu caranya dengan mengelola dan mengatur keuangan secara benar. Karena, sekalipun kamu punya penghasilan besar, tidak ada jaminan membuatmu menjadi kaya jika cara kamu mengatur keuangan salah, Toppers. Nah, artikel ini dibuat dalam rangka menginspirasi dan membantu kamu memperbaiki cara mengatur dan mengelola keuangan. Secara garis besar, artikel ini berisi tentang Cara orang kaya mengatur dan mengelola keuanganCara mengatur keuangan untuk karyawan bergaji UMRKesalahan mendasar orang Indonesia dalam mengatur keuangan. Tanpa panjang lebar lagi, mari kita mulai pembahasannya di bawah ini. Selamat membaca, Toppers! Cara Mengelola Keuangan ala Orang Kaya Sumber gambar pexels Jika kamu suka mengikuti cerita perjalanan hidup orang-orang terkaya di dunia, mereka punya strategi dan cara mengelola harta yang mereka miliki. Tidak sedikit dari mereka yang bukan berasal dari keluarga kaya, lho Toppers. Tapi mereka tahu cara menatur keuangan yang cermat hingga mereka bisa memetik buahnya di kemudian hari. Jadi, ternyata jadi orang kaya pun membutuhkan usaha agar bisa tetap jadi orang kaya. Buat kamu yang ingin belajar tips dan triknya, coba deh ikuti 6 cara mengatur keuangan ala orang kaya di bawah ini. 1. Selalu punya rencana keuangan Sumber gambar pexels Banyak orang menganggap bahwa rencana keuangan hanya untuk orang yang sudah punya banyak uang. Tapi sebenarnya kebiasaan menyusun rencana keuangan harus dipraktikkan sejak dini. Termasuk buat Toppers yang masih sekolah nih, misalnya kamu bisa menyusun rencana porsi uang jajan yang akan dipakai dan bisa ditabung. Tidak ada rumus pasti dalam mengelola keuangan, makanya ini adalah sebuah kebiasaan yang harus dikembangkan dari waktu ke waktu. Lagipula, rencana keuangan tidak melulu pasti berhasil. Lagi-lagi, dibutuhkan proses dan pengalaman hingga kamu menemukan rumus yang tepat untuk dirimu sendiri. Yuk, demi diri kamu di masa depan, mulailah belajar untuk menyusun rencana keuangan. Nantinya, diri kamu di masa depan pasti akan berterima kasih pada dirimu sekarang. Memiliki target bisa membantumu dalam menyusun rencana keuangan, lho. Kamu dijamin akan memiliki motivasi yang kuat dalam merencanakan keuangan dengan rapih. Baca juga Kumpulan Aplikasi Keuangan untuk Bantu Mengatur Keuanganmu 2. Sisihkan uang untuk dana darurat Sumber gambar pixabay Selanjutnya, menyiapkan dana darurat bisa masuk ke dalam rencana mengelola keuanganmu di tahun 2020. Keuntungan dari menyiapkan dana darurat akan sangat kamu rasakan ketika tiba-tiba ada kejadian yang memerlukan uang cepat. Banyak penasehat keuangan yang mengatakan jika kamu ingin menginvestasikan uang dalam jumlah besar, pastikan kamu punya tabungan untuk bertahan hidup sekurangnya untuk 6 bulan ke depan. Tips tambahan yang masih berhubungan dengan dana tambahan adalah tentukan batas bawah tabunganmu. Sebagai contoh, kamu menentukan batas bawah tabungan adalah Jadi saat nominal di tabunganmu di bawah anggap saja kamu punya utang ke dirimu sendiri. Meskipun berutang ke diri sendiri, sebaiknya tetap segera dilunaskan. Yang terpenting, jangan sampai tergoda untuk memakai dana darurat untuk keperluan yang tidak penting dan mendesak. 3. Bijak menggunakan kartu kredit Sumber gambar pexels Memang sih, promo kartu kredit lebih banyak dibandingkan kartu debit. Tapi, justru Toppers harus lebih berhati-hati akan hal ini. Termasuk, jangan terima semua penawaran kartu kredit walaupun kelihatan menggiurkan. Kalau kamu merasa bisa bayar tagihan di akhir bulan sih tidak masalah. Kalau ada keraguan saat ingin melakukan transaksi, sebaiknya dipikirkan matang-matang dulu. Karena uang kita tidak langsung terpotong, kartu kredit sering dipilih sebagai alat bayar. Alokasikan lah sejumlah dana untuk membayar tagihan kartu kredit yang sekarang sudah bisa kamu lakukan di Tokopedia. Pakailah kartu kredit untuk mencicil kebutuhan yang benar-benar esensial untuk mu. Kamu sebaiknya tidak menggunakan dana darurat untuk membayar tagihan kartu kredit. Jika kamu sampai harus memotong dana darurat mu untuk melunasi tagihan kartu kredit, berarti penggunaan nya sudah melampaui kemampuan bayar kamu, Toppers. 4. Pahami “the power of investing” Sumber gambar pexels Sebelum berinvestasi, mulailah menabung! Setelah kamu rasa tabungan mu cukup banyak, investasi boleh kamu pilih. Investasi adalah hal krusial dalam mengelola keuangan karena bisa menjamin keuangan di masa depan, bukan hanya masa sekarang. Selain itu, berinvestasi bisa sekaligus buat kamu mendapatkan penghasilan pasif. Salah satu investasi sederhana yang nilainya terus bertambah adalah reksa dana. 5. Investasikan uang untuk meningkatkan pengetahuan Sumber gambar pexels Jika kamu masih muda, optimalkan pembelajaran, bukan hanya pendapatan. Tidak bisa dipungkiri pembelajaran merupakan salah satu bentuk investasi. Jadi secara tidak langsung, belajar adalah salah satu cara mengatur keuangan masa depan. Banyak orang sukses yang menekankan belajar lah sebanyak-banyaknya, maka kamu akan menikmati hasilnya di kemudian hari. Kamu bisa cari seseorang yang bisa dijadikan panutan dalam hal yang ingin kamu dalami. Mungkin pendapatan nya tidak seberapa, tapi percayalah pelajaran yang kamu dapatkan akan menghasilkan lebih banyak uang dengan kemampuan dan pengalaman yang matang. Cara Mengatur Keuangan untuk Gaji Kecil Sumber gambar pixabay Jika gaji kita pas-pasan, rasanya sulit untuk mengatur keuangan, apalagi sampai menyisihkan uang untuk investasi. Namun, mau tidak mau kamu harus menyiasati diri agar kondisi keuangan tidak stagnan ke depannya. Kamu harus berinvestasi jika ingin memiliki masa depan finansial yang lebih baik. Meskipun penghasilan kamu pas-pasan, jangan berkecil hati dulu, Toppers. Sebab, banyak kok orang yang sukses mengatur keuangan meskipun gaji bulanannya kecil. Simak caranya berikut ini. 6. Lacak pengeluaran kamu selama sebulan Sumber gambar pexels Tips cara mengatur keuangan pribadi dengan gaji kecil yang pertama adalah coba lacak pengeluaran kamu selama sebulan. Kalau lagi tanggal tua begini, memang suka bingung kan kemana saja pendapatan kita pergi sampai-sampai sudah sangat menipis untuk memenuhi kebutuhan di akhir bulan. Coba deh, Toppers, mulai dari bulan ini kamu catat setiap uang yang kamu keluarkan. Tidak peduli sekecil apapun, tetap harus dicatat. Nanti pada akhir bulan, analisa setiap pengeluaran yang dikeluarkan. Apakah semua atau kebanyakan kebutuhan yang kamu perlukan atau hanya keinginan semata? Ada juga lho efek samping positif dengan melakukan pelacakan pengeluaran ini. Kamu jadi berpikir dua kali setiap kali ingin membeli sesuatu, karena mencatat uang keluar sudah menjadi beban tanggung jawab. Baca juga Cara Menghemat Uang Jajan untuk Kamu yang Suka Makan di Luar 7. Mulai merencanakan untuk menabung Sumber gambar pexels Masih belum yakin dengan strategi mana yang terbaik untuk misi menabungmu? Tidak usah khawatir, mulai aja dulu dengan merencanakannya. Dengan mulai merencanakan, kamu baru bisa tahu apa yang cocok dan tidak untuk dirimu sendiri. Kamu bisa cari inspirasi dari orang yang kamu kagumi, tapi ingat untuk tetap realistis dengan kondisimu sekarang, ya. Tips lain dalam merencanakan menabung adalah siapkan dana darurat. Setiap kali kamu terima gaji, langsung pisahkan dana untuk sehari-hari dan untuk keadaan darurat. Mungkin kamu tidak akan merasakan manfaatnya sekarang, tapi percayalah kamu akan sangat terbantu saat ada kejadian mendadak. 8. Kurangi & pangkas pengeluaran dengan bijak Sumber gambar pexels Agar punya uang lebih ebsar untuk berinvestasi, kamu harus berkorban di sisi pengeluaran, Toppers. Misalnya, untuk tempat tinggal kamu bisa mempertimbangkan untuk pindah ke lokasi yang lebih murah. Kalau memang sudah maksimal menghemat pengeluaran terbesarmu, kamu bisa pangkas anggaran yang sebenarnya tidak terlalu mendesak. Contohnya seperti membership gym, mematikan lampu dan mencabut colokan saat tidak dipakai. Walaupun begitu, tetap harus bijak dalam memangkas anggaran. Jangan sampai malah menyiksa kamu, ya Topperd. 9. Lunasi utang dengan bunga tinggi terlebih dulu Sumber gambar pexels Tips ini berlaku untuk kamu yang punya utang pada lebih dari satu institusi keuangan. Kamu bisa coba buat daftar nominal cicilan dan bunga yang dikenakan. Selanjutnya usahakan untuk selesaikan utang dari bunga yang tertinggi terlebih dahulu. Dengan melakukan cara ini, kamu akan bisa lebih cepat melunasi pinjaman. Selain itu, tetaplah melunasi utang tepat waktu. Utang yang dibayar lewat dari jatuh tempo biasanya dikenakan bunga tambahan. Atau cara terbaik adalah cari cicilan dengan bunga nol persen agar beban tagihanmu tidak bertambah berat. BACA JUGA 19 cara kreatif melunasi utang dengan cepat 10. Ubah sejumlah kebiasaan Sumber gambar pexels Beberapa kebiasaan kecil bisa berujung pada beberapa transaksi lho, Toppers. Sebagai contoh, hal sesederhana scroll halaman utama marketplace dengan berbagai promo dan diskon, bisa banget berujung pada membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Sah-sah saja cari promo dan diskon saat mau membeli sesuatu, tapi jangan sampai sebaliknya ya Toppers. 11. Cari penghasilan tambahan Sumber gambar pexels Jika sudah banyak pengeluaran yang kamu potong tapi masih belum berdampak besar juga bagi penghematan gaji, mungkin jalan lainnya adalah cari penghasilan tambahan. Cara ini bisa kamu terapkan jika memang kamu punya waktu dan tenaga yang cukup. Jangan sampai demi mendapat penghasilan tambahan, kamu jadi tidak bekerja maksimal di pekerjaan utama. Investasi reksa dana yang mudah dan menguntungkan, mulai dari Rp 10 ribu! Tunggu apa lagi? Kesalahan Cara Mengatur Keuangan Pribadi Orang Indonesia Toppers mau tahu, kesalahan-kesalahan orang Indonesia seputar cara mengatur dan mengelola keuangan pribadi lainnya? Yuk, kita lihat daftarnya di bawah ini. Siapa tahu bisa jadi bahan evaluasi kamu dalam mengatur keuangan. 12. Berpikir Kalau Nabung Sama Seperti Investasi Sumber gambar pexels Sebuah riset menyatakan kalau 79% generasi muda Indonesia menyisihkan penghasilan mereka untuk ditabung. Mereka juga menganggap kalau menabung sama seperti investasi. Padahal, menabung dan investasi tidak sama. Menabung adalah kegiatan menyisihkan uang untuk disimpan dan digunakan sewaktu-waktu. Biasanya uang tersebut disimpan dala rekening bank yang tidak memberikan imbal hasil, atau memberikan imbal hasil sangat kecil. Sementara, investasi adalah strategi finansial jangka panjang dengan menyimpan uang pada instrumen investasi yang memberikan imbal hasil di atas tabungan. Contoh instrumen investasi tersebut adalah reksa dana, investasi emas, saham dan lain sebagainya. BACA JUGA 5 INVESTASI ONLINE DENGAN KEUNTUNGAN DI ATAS BUNGA BANK 13. Hidup dari Gaji ke Gaji Sumber gambar pexels Kesalahan cara mengatur keuangan pribadi selanjutnya adalah hidup dari gaji ke gaji. Sebagian besar orang Indonesia tidak berpikir tentang sumber pemasukan lain selain gaji bulanan. Hal ini adalah sebuah kesalahan besar, Toppers. Sebab, mungkin saja kamu akan perlu uang untuk membayar kebutuhan mendesak atau, lebih parah lagi, kamu kehilangan pekerjaan. Itulah sebabnya ahli keuangan merekomendasikan generasi muda untuk punya sumber pemasukan lain seperti dari pekerjaan/bisnis sampingan dan investasi yang memberikan pasif income. 14. Menggabungkan Rekening Tabungan dan Rekening Sehari-hari Sumber gambar newsweek Niat menabung setiap bulannya akan menjadi sia-sia jika kamu hanya punya satu rekening saja. Uang lebih mudah habis karena kamu merasa masih punya uang banyak di rekening. Jika ingin serius mengumpulkan uang, sebaiknya pisahkan rekening untuk kebutuhan transaksi sehari-hari dan rekening tabungan. 15. Nabung Setelah Puas Belanja Sumber gambar pexels Jika kamu melakukan ini, besar kemungkinan tidak akan ada yang tersisa untuk disimpan. Jika ada, nilainya sudah terlampau kecil. Padahal, menyisihkan uang untuk investasi sebaiknya dilakukan sebelum kamu belanja. Maksudnya, setelah mendapatkan pemasukan, potong terlebih dahulu untuk simpanan. Sisanya, baru gunakan untuk belanja. Untuk menghindarkan kamu dari kesalahan cara mengatur keuangan pribadi yang ini, Toppers dapat menggunakan layanan autodebet penarikan dana otomatis dari bank untuk tabungan/investasi. Jadi, kamu nggak punya kesempatan untuk membelanjakannya lebih dulu. 16. Tidak Punya Dana Darurat Sumber gambar jakpost Pernah nggak Toppers mengalami kejadian yang membuat kamu harus mengeluarkan uang di luar rencana. Contohnya kendaraan tiba-tiba rusak, atau kamu jatuh sakit? Kalau kamu nggak punya dana darurat, siap-siap deh untuk mengalami kesulitan finansial. Selain tabungan dan investasi, perencana keuangan juga merekomendasikan kita untuk memiliki dana darurat. Jumlah idelnya, minimal sebesar 3 kali penghasilan kita selama sebulan. BACA JUGA 20 CARA KREATIF MENGHEMAT TAGIHAN AIR 17. Tidak Mencatat Pengeluaran Kecil Sumber gambar compareremit Kebanyakan orang hanya mengawasi pengeluaran rutin seperti membayar tagihan listrik, cicilan kartu kredit, belanja bulanan dll. Namun, banyak yang tidak mengawasi pengeluaran kecil seperti parkir, jajan, uang tol dll. Padahal, pengeluaran yang tidak rutin ini seringkali menjadi penyebab pemborosan. Ada baiknya, kamu mencatat segala pengeluaran. Tentunya hal ini akan sangat membantu kamu mengontrol keuangan. Untuk menbantu kamu mencatat pengeluaran, saat ini sudah tersedia aplikasi pencatat pengeluaran yang bisa kamu unduh secara gratis. 18. Tidak punya asuransi Sumber gambar economictimes Banyak orang Indonesia belum sadar akan pentingnya asuransi bagi keuangan pribadi. Padahal, asuransi bisa menjadi pelindung yang menghindarkan kamu dari kebangkrutan. Contohnya kamu mengalami kecelakaan lalu lintas. Selain kamu mengalami cidera, mobil kamu rusak berat. Jika kamu punya asuransi mobil, beban finansial yang kamu alami bisa jauh lebih ringan. Kamu bisa klaim asuransi mobil untuk menanggung biaya kerusakan mobilmu. Namun, jika tidak kamu harus menanggung beban yang berlipat ganda. Selain harus membiayai pengobatan dirimu, kamu juga harus mengelurkan uang untuk memperbaiki kendaraan. 19. Membayar Minimal untuk Tagihan Kartu Kredit Sumber gambar pexels Kartu kredit memang memberikan banyak keuntungan bagi pemiliknya. Namun, banyak orang justru tidak bisa memanfaatkan manfaat kartu kredit dengan baik. Parahnya lagi, kebanyakan orang Indonesia hanya membayar minimal tagihan kartu kreditnya. Namun, Toppers harus tahu jika membayar minimal untuk tagihan kartu kredit membuat kamu harus membayar bunga. 20. Tidak Mempersiapkan Pensiun dengan Baik Sumber gambar pexels Banyak pensiunan yang terpaksa menurunkan standar hidupnya karena pemasukannya tidak memadai. Masalah ini merupakan buah kesalahan cara mengatur keuangan pribadi saat muda. Kebanyakan generasi muda Indonesia hanya berpikir hidup untuk hari ini saja. Padahal, ketika sudah tidak produktif nanti, penghasilan kamu akan jauh berkurang. Jika tidak mempersiapkan dana pensiun atau sumber pemasukan pasif di masa depan, kamu bisa pensiun dalam kondisi yang memprihatinkan. Itu dia, tips dan cara mengatur keuangan untuk pemula. Cermat dalam menghabiskan uang agar masih ada tabungan di masa depan, tetapi jangan lupa juga untuk bersenang-senang. Jangan sampai kamu stres dan malah tidak bisa menikmati hasil jerih payah kamu sama sekali ya, Toppers. Intinya, selalu perhatikan arus keluar masuk uang, kamu menghabiskan uang untuk apa saja, dan jangan lupa untuk investasi agar tetap memiliki aset di masa depan. Investasi emas masa kini dengan cara yang lebih praktis dan aman di sini! Penulis Nathania, Humaira Parents, uang adalah pemberian dari Allah yang harus kita pertanggung jawabkan. Maka dari itu, pengelolaan uang yang bijaksana sangat membantu agar uang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Inilah ayat Alkitab tentang mengelola keuangan. Tidak ada orang yang tidak membutuhkan uang. Tapi tak jarang juga karena uang banyak mata yang dibutakan. Maka dari itu, sebagai umat Kristiani, kita harus meminta pertolongan Tuhan untuk menggunakan uang semestinya. Inilah beberapa ayat Alkitab tentang mengelola keuangan yang dapat kita terapkan. Ayat Alkitab Tentang Mengelola Keuangan Sumber Bagaimana Cara Pandang yang Benar Terhadap Uang dan Harta? Sebagai seorang Kristen, Alkitab telah mengajarkan kita mengenai cara pandang yang benar terhadap uang dan harta yang kita punya. Berikut ayatnya 1. Galatia 219-20 “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Ayat ini mengajarkan bahwa setelah kita lahir baru dan menjadi milik Kristus, segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Allah. Sumber 2. Matius 619-24 19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di Sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Perikop ini menjelaskan bahwa uang adalah hal yang bersifat sementara. Uang bukan Tuhan, tetapi banyak manusia yang memperlakukan uang seperti tuhan. 3. 1 Timotius 69-10 “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” Ayat ini menjelaskan bahwa cinta uang, kelekatan pada uang dapat merusak kehidupan. Artikel terkait Ayat Alkitab Tentang Mendidik Anak yang Wajib Parents Ketahui Ayat Alkitab Tentang Mengelola Keuangan Sumber Ibrani 135 “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Lukas 1610-12 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” Kedua perikop ini menjelaskan, manusia diajarkan untuk sepenuhnya bersandar kepada Allah, bekerja secara maksimal dengan kejujuran, tidak menerima suap, setia dalam pekerjaan, dan tidak dibutakan karena ingin cepat kaya. Sumber Amsal 1311 “Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.” Amsal 286 “Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya.” Lukas 638 “Berilah dan kamu akan diberi suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa dalam mencari nafkah atau bekerja untuk memperoleh uang haruslah dilakukan dengan jujur, bersih, dan tekun. 1 Yohanes 317 “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” Amsal 114 “Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut” Ayat Alkitab Tentang Kewajiban Bayar Pajak Sumber Membayar pajak adalah kewajiban setiap warga negara, firman Tuhan pun mengungkapkan untuk memberikan apa yang menjadi kewajiban warga negara untuk kaisar pemerintah. Yeremia 297 mengungkapkan “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” Matius 2217-21 17 “Katakanlah kepada kami pendapat-Mu Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? 18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? 19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. 20 Maka Ia bertanya kepada mereka “Gambar dan tulisan siapakah ini?” 21 Jawab mereka “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Artikel terkait 15 Ayat Alkitab tentang Bersyukur, Mengingat Betapa Baiknya Tuhan dalam Hidup Anda Ayat Alkitab Tentang Persepuluhan Sumber Melansir dari SABDA, persepuluhan adalah hukum Allah yang mewajibkan bangsa Israel untuk memberikan sepersepuluh dari ternak dan hasil tanah mereka, dan juga sepersepuluh dari penghasilan mereka sebagai pengakuan bahwa Allah telah memberkati mereka. Persepuluhan ini dipergunakan untuk biaya-biaya ibadah dan untuk memelihara kehidupan kaum Lewi, yaitu kaum pelayan Tuhan. 1 Korintus 914 mengatakan “Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu”. Persembahan persepuluhan salah satunya bermanfaat untuk memelihara hidup orang-orang yang bekerja sebagai pembawa berita firman Tuhan. Maleakhi 310 “bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Sumber Bilangan 1821-24 21 “Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah pertemuan. 22 Maka janganlah lagi orang Israel mendekat kepada Kemah Pertemuan, sehingga mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, lalu mati; 23 tetapi orang Lewi, merekalah yang harus melakukan pekerjaan pada Kemah Pertemuan dan mereka harus menanggung akibat kesalahan mereka; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel, 24 sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah berfirman tentang mereka Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel.” Amsal 1917 “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” Parents, itulah kumpulan ayat Alkitab tentang mengelola keuangan, kiranya kita boleh belajar lebih lagi untuk mempertanggungjawabkan pemberian Allah kepada kita. Baca Juga 137 Nama Bayi Laki-Laki Kristen Terbaik, Lengkap dengan Maknanya Doa Pagi Kristen, Memulai Hari dengan Ucapan Syukur kepada Tuhan 5 Wisata Religi Kristen Dunia yang Indah, Salah Satunya di Indonesia Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

tips mengatur keuangan menurut firman tuhan